Jangan Langsung Marah Kepada Istri Kalau Ia Minta Uang Belanja Tambahan


Jangan Langsung Marah Kepada Istri Kalau Ia Minta Uang Tambahan

Salah satu hal yang paling sering menjadi penyebab percekcokan antar suami istri adalah masalah keuangan rumah tangga. Tidak jarang masalahnya sepele, yaitu istri meminta uang belanja tambahan. Acapkali biasanya tanpa memberikan penjelasan.

Terkadang, kelelahan bekerja dan mencari nafkah membuat kaum pria langsung naik tegangannya, terutama karena merasa sudah memberikan jatah belanja bulanan. Permintaan tambahan uang belanja tambahan bisa jadi seperti "ajakan untuk duel".

Tidak jarang juga pemikiran buruk di kepala muncul kalau uangnya dihabiskan untuk keperluan lain yang bukan untuk rumah tangga, seperti membeli baju baru, jajan, dan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan keperluan sehari-hari.

Padahal, sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi dan tidak akan terjadi kalau para suami menyadari beberapa hal berikut :

1. Harga barang kebutuhan berubah-ubah dan cenderung naik

Pernahkah kita menyadari kalau dalam pembuatan RAPN (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) ada faktor inflasi yang dihitung +- 6%?

Bingung? Kok sampai anggaran negara dibahas?

Yah, karena hal itu menandakan bahwa harga barang-barang diasumsikan akan naik setiap tahunnya 6%. Jadi, sejak awal, jangan pernah berharap harganya tetap. Sudah pasti akan menanjak dengan rencana negara seperti ini.

Jangan berharap harga 1 kilo ayam tetap Rp. 20,000 seperti tahun lalu.

Jatah uang belanja tahun lalu jelas akan kurang kalau tetap dipakai di tahun berikutnya.

2. Keperluan Mendadak

Sekolah anak banyak punya rencana kegiatan, dan seringnya tidak diketahui oleh para orangtua jauh-jauh hari. Seringkali baru pada saat akan berlangsung, orangtua diminta memberi kontribusi.

Belum juga berbagai tugas sekolah anak yang membutuhkan biaya fotokopi, karton, lem, dan sebagainya. Padahal, belum tentu biaya ini dihitung saat memberi jatah bulanan.

Jangan lupakan juga iuran RT bulanan atau untuk kondangan.

3. Untuk cantik perlu biaya


Jangan mengeluh kalau istri terlihat kusam dan lusuh, kalau para suami tidak mau memberikan dana untuk perawatan. Lipstik, bedak, parfum, dan pakaian pun harus dibeli, dan harganya akan terus naik.

Wanita pun perlu biaya untuk menjadi cantik. Tidak bisa serta merta ia seperti bidadari kalau dalam jatah belanja ongkos ke salon dan kosmetiknya tidak dihitung.

Pastikan saja biaya perawatan ini dimasukkan.

4. Percaya kepada istri

Istri menggunakan uang pun mayoritas untuk kepentingan keluarga dan bukan dirinya sendiri. Dalam keluarga bisa dikata merekalah yang menjadi menteri keuangan. Jadi, keputusan apapun yang dilakukannya haruslah dihargai untuk kepentingan bersama.

5. Istri juga perlu bergaul

Lha, istri juga manusia kan? Mereka harus bergaul dengan tetangga dan teman. Seringnya hal seperti itu memerlukan biaya juga, baik untuk membayar semangkuk bakso atau teh botol.

Kalau mereka tidak "mampu" untuk itu, kan nama suami juga yang jelek dianggap tidak mampu membiayai istri sendiri.

Banyak hal yang tidak diketahui oleh para suami dalam hal uang belanja. Oleh karena itu, sebaiknya para suami pun harus pro aktif dalam hal ini untuk menanyakan perkembangan situasi keuangan rumahtangga. Dengan begitu akan terjalin komunikasi dan pengertian yang baik antar suami dan istri dan tidak akan ada saling curiga tentang bagaimana uang keluarga dipakai.

Iya nggak?



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel