Supaya Tidak Kecewa, Beri Waktu Yang Cukup Saat Mengundang Tetangga



Siapa tidak kecewa saat mengundang tetangga untuk datang ke sebuah acara yang kita adakan, ternyata yang hadir bisa dihitung dengan jari saja. Padahal, makanan dan minuman sudah dipersiapkan menyesuaikan dengan orang-orang yang tinggal di lingkungan yang sama dengan kita.

Mubazir.

Bolehlah kecewa seperti itu, tetapi sebelum menunjukkan jari kepada para tetangga sebagai orang-orang yang tidak mau menjalin silaturahmi, coba dulu tanyakan satu pertanyaan kepada diri sendiri.

Sudahkah kita memperhitungkan soal waktu. Ya, waktu atau timing istilah orang bulenya. Banyak hal baik yang berujung buruk karena kesalahan mengelola timing-nya.

Hal itu berlaku dalam hal mengundang orang untuk datang ke sebuah acara. Sudah terlalu banyak contoh kejadian dimana persiapan yang sudah matang dan menghabiskan banyak biaya terbuang percuma, hanya karena sebuah masalah yang sepertinya sepele, yaitu tentang waktu mengirimkan undangannya.

Bagaimanapun, di masa sekarang ini, yang sibuk, manusia sepertinya hanya memiliki sisa waktu sedikit setelah dikurangi kegiatan pokok, mencari nafkah. Oleh karena itu, mereka akan terus berusaha memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Salah satunya adalah dengan membuat jadwal dan rencana. Dan, biasanya rencana itu sudah dibuat jauh hari sebelum waktu pelaksanaannya.

Inilah poin penting yang harus diperhatikan saat kita hendak mengundang orang datang, termasuk para tetangga.

Kalau sebuah undangan disebarkan/diberikan terlalu dekat dengan acara, hal tersebut akan menyusahkan orang yang diundang. Mereka harus melakukan perencanaan ulang terhadap apa yang hendak mereka lakukan.

Semakin pendek waktu yang disediakan, maka kesulitan akan semakin besar.

Seorang tetangga yang sudah memiliki rencana untuk berlibur bersama keluarga, tentunya menghadapi kekesalan anak-anak, suami atau istri, kalau rencana tersebut dibatalkan secara tiba-tiba. Sulit sekali menghadapi rengekan dari anak-anak yang ngambek karena bapaknya harus datang ke kondangan tetangga.

Mau tidak mau dalam kondisi demikian, banyak orang dihadapkan pada pilihan ala skala prioritas. Mana yang lebih penting harus didahulukan! Mana yang resikonya lebih rendah terpaksa diabaikan!

Bukan sebuah pilihan yang menyenangkan, tetapi tentunya lebih sulit menghadapi istri yang cemberut dan mogok memasak selama seminggu daripada tetangga yang manyun. Apalagi, tentunya semua orang paham bahwa keluarga adalah segalanya dan orang akan mafhum akan hal itu.

Jadi, dalam kondisi demikian, hampir pasti undangan yang diberikan tidak akan dipenuhi.

Hal tersebut akan bisa dihindari kalau sang pengundang mau memberikan waktu yang cukup saat memberikan undangan. Yang diundang akan bisa memiliki sebuah kesempatan untuk melakukan perencanaan ulang dan menegosiasikan lagi rencana yang sudah dibuat.

Dengan begitu, mereka bisa menyediakan slot waktu dalam rencananya.

Sesederhana itu.

Sayangnya, hal seperti ini kerap diabaikan oleh pihak pengundang. Entah karena merasa sudah dekat dengan tetangga, mereka menggampangkan dan berasumsi bahwa tetangga sudah pasti mau datang. Apalagi ada pepatah "Kalau diundang, harus datang, kecuali saat terpaksa".

Sebuah prinsip yang mempermudah posisi si pengundang tapi membuat repot orang yang diundang.

Berpikir dengan cara seperti itu tidaklah baik bagi pengundang. Bagaimanapun seorang pengundang harus mau memperhitungkan dan bertoleransi terhadap berbagai situasi yang mungkin dihadapi oleh yang diundang.

Jangan menjadi egois dan memaksakan kehendak.

Bayangkan saja ketika sebuah undangan datang hanya beberapa jam sebelum acara dimulai. Padahal bisa jadi orang yang diundang sedang ingin beristirahat dan bermain bersama anak.

Repot.

Jadi, sebelum menyalahkan orang lain sebagai tidak memiliki toleransi dan pengertian, coba koreksi diri sendiri. Apakah kita sudah memberikan waktu yang cukup bagi mereka untuk mempertimbangkan undangan kita?

Kalau belum, jangan salahkan mereka. Salahkan diri sendiri. Disitu tercermin bahwa kita masih terlalu egois dan suka memaksakan kehendak.

Biasakanlah memberikan waktu yang cukup saat mengundang orang karena disana tercermin juga seberapa besar toleransi kita terhadap orang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel